ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

Google Rayakan Kelahiran Nicolaus Copernicus

Jika Anda mengakses Google hari ini, Selasa, 19 Februari 2013, maka akan terlihat animasi berupa beberapa planet yang berputar mengelilingi Matahari di tampilan doodle laman mesin pencari raksasa tersebut. Animasi di Google Doodle ini merupakan gambaran dari teori Heliosentrisme Tata Surya yang dicetuskan oleh Nicolaus Copernicus.

Google Rayakan Nicolaus Copernicus

Niklas Koppernigk (latin: Nicolaus Copernicus; bahasa Polandia Mikołaj Kopernik; lahir di Toruń, 19 Februari 1473 – meninggal diFrombork, 24 Mei 1543 pada umur 70 tahun)
Ya, hari ini adalah tepat 540 tahun perayaan kelahiran Copernicus. Ilmuwan asal Polandia ini semasa hidupnya, sebagai seorang astronom, matematikawan dan juga ekonom.


Teorinya tentang Matahari sebagai pusat Tata Surya, yang berhasil menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta, dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern.Pada awalnya teori Heliosentrisme dari Copernicus ini menuai kontroversi. Teori ini bertentangan dengan ajaran filsuf terpandang Aristoteles, dan tidak sejalan dengan kesimpulan matematikawan Yunani, Ptolemeus.Teori Copernicus menyangkal apa yang dianggap sebagai 'fakta' oleh Aristoteles dan Ptolemeus bahwa Matahari terbit di timur dan bergerak melintasi angkasa untuk terbenam di barat, sedangkan Bumi tetap tidak bergerak.Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teori Copernicus ini telah merevolusionerkan konsep tentang angkasa luar dan sekaligus merombak pandangan filosofis manusia terhadap ilmu astronomi.
Dewasa ini, Copernicus disanjung oleh banyak orang sebagai Bapak Astronomi Modern

Untuk membuktikan teorinya, Copernicus merekonstruksi peralatan untuk menghitung jarak relatif antara planet-planet dan Matahari.Selama bertahun-tahun, ia berupaya menentukan secara persis tanggal-tanggal di mana para pendahulunya telah membuat beberapa pengamatan penting di bidang astronomi.Meski sempat lama hilang, kerangka astronom ini ditemukan lagi di bawah lantai ubin dekat salah satu sisi altar, di katedral Katolik Roma abad ke-14 di Frombork, Polandia.Diperlengkap dengan data tersebut, Copernicus mulai mengerjakan dokumen kontroversial yang menyatakan bahwa Bumi dan manusia di dalamnya bukanlah pusat alam semesta.Hasil pengamatan dalam risetnya, yaitu menempatkan matahari di tengah-tengah Tata Surya, bukan Bumi sebagaimana diyakini oleh banyak orang saat itu.Teori revolusioner ini dikenal dengan teori Heliosentris, dan terbukti benar sampai hari ini.Copernicus menghembuskan nafas terakhirnya pada 24 Mei 1543 di usia 70 tahun. Disebutkan, salinan pertama karyanya, De Revolutionibus, ditempatkan di tangan sang ahli pada hari kematian itu.

1 komentar:

Silahkan berkomentar disini no spam, no sara, no live link